Jumat, 01 Juni 2012

ASKEB NIfas Hari ke 2 Post Partum


ASUHAN KEBIDANAN III (NIFAS)
Kasus : P30003, Nifas Normal  2 Hari PP, Anak Pertama = 6 Th, Anak Kedua = 2 Th, dengan Keluahan After Pain, dan Kebutuhan Perawatan Payudara dan Senam Nifas.

C:\Users\Toshiba\Pictures\logo akbid.jpg
Kelompok 3/ Semester III A

Akademi Kebidanan
Siti Khodijah Muhammadiyah – Sepanjang
Jl. Raya Rame Pilang No.4 Wonoayu – Sidoarjo
Asuhan Kebidanan Masa Nifas
Pada Ny. Fitriana P30003 Nifas Normal Hari ke- 2
 Jam 08.00 WIB; Di BPS Harapan Bunda ; Tanggal 13 Oktober 2011
Oleh : Siti Khodijah Alif

I.                        PENGKAJIAN
A.     Data histori
1.      Identitas pasien
Nama               : Ny. Fitriana                            Nama suami     : Tn.Wawan
Umur                : 21 tahun                                 Umur                : 25 tahun
Pekerjaan         : Guru SD                                 Pekerjaan         : guru SMA
Pendidikan        : S1PGSD                                Pendidikan       : S1
Suku bangsa     : jawa                                       Suku bangsa     : jawa
Alamat              : jl. Tropodo I-Sidoarjo            Alamat             : lebo-Wonoayu
Agama              : islam                                       Agama             : islam
No. Telp           : 08563875577557                  No. Telp          : 0812436767654

2.      Keluhan utama
Sangat mules ( After Pain )

3.      Riwayat keluhan utama
Ibu mengatakan sangat mules pada perut bagian bawah sejak 1 hari melahirkan, dirasa sangat nyeri jika meneteki bayinya, karena  ketidaknyamanan ini ibu tidak bisa tidur nyenyak selama 2 hari setelah melahirkan, ibu mencoba meringankannya dengan sedikit memijat-mijat perutnya dan diberi minyak kayu putih.

4.      Riwayat penyakit sekarang
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit apapun, seperti darah tinggi, kejang, jantung, ashma, TBC, kencing manis, dll

5.      Riwayat penyakit yang lalu
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit apapun, seperti darah tinggi, kejang, jantung, ashma, TBC, kencing manis, dll

6.      Riwayat penyakit keluarga
Ibu mengatakan tidak ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit apapun, seperti darah tinggi, kejang, jantung, ashma, TBC, kencing manis, dll

7.      Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Ibu mengatakan:
·     Anak pertama laki-laki lahir dengan normal, spontan di bidan dengan UK 9 bulan, sekarang berusia 6 tahun, BB lahir 3.2 kg, PB 40 cm. Meneteki selama 6 bulan. Setelah 6 bulan dengan MPASI. Nifas normal tidak ada perdarahan. Menggunakan KB suntik 3 bulan sekali setelah anak berusia 1 tahun.
·     Anak kedua perempuan lahir normal, spontan, di bidan dengan UK 9 bulan, sekarang berusia 2 tahun, BB lahir 3,5 kg, PB 39 cm. Meneteki selama 6 bulan, setelah 6 bulan dengan MPASI, nifas normal tidak ada perdarahan. Setelah kelahiran anak kedua, menggunakan KB alami.

8.      Riwayat kehamilan, persalinan sekarang
a.    Riwayat kehamilan sekarang
ü   Kehamilan ketiga
ü   UK 9 bulan 1 hari
ü   Tidak ada kelainan yang berpengaruh pada masa nifas selama hamil

b.   Riwayat persalinan
ü   Tanggal/jam persalinan     : 11 Oktober 2011/ 10.00 WIB
ü   Tempat/penolong : BPS Harapan Bunda/Bd. Nusaibah
ü   Tipe persalinan                : Normal (spontan)
ü   Kelainan/penyulit : Tidak ada
ü   Lama persalinan               : Kala I= 3 jam, kala II = 15 menit, kala III= 7 menit.
  Total 3 jam 22 menit
ü   Keadaan jalan lahir                     
§   Perineum                      : Intake
ü   Keadaan ketuban
§   Pecah tanggal/jam         : 11 Oktober 2011/07.00 WIB
§   Warna                          : Jernih
§   Volume                        : Dalam batas normal
ü   Keadaan plasenta
§   Lahir tanggal/jam          : 11 Oktober 2011/10.15 WIB
§   Berat                            : 500 gr
§   Robekan selaput           : Robekan rata
§   Insersi tali pusat            : Lateralis
§   Jumlah/ kelengkapan kotiledon: Lengkap (20 kotiledon)
§   Kelainan lain                 : Tidak ada
ü   Jumlah perdarahan                       : ± 200 cc
ü   Pengobatan yang diberikan          : Syntocinon (10 IU) IM
ü   Keadaan bayi
§   Jenis kelamin                : Perempuan
§   BB/TB                         : 3500 gr/50 cm
§   Hidup/mati                    : Hidup
§   Apgar score                 : 8
§   Kesadaran                    : Menangis Kuat
§   Kelainan lain                 : Tidak ada.



9.      Kebutuhan sehari-hari selama nifas
a.       Ambulasi/mobilisasi dini
Ibu mengatakan sudah bisa miring-miring di tempat tidur, duduk untuk meneteki, berdiri, dan jalan-jalan dengan pelan disekitar rumah. Ibu belum bisa melakukan aktivitas berat seperti kembali bekerja, dan menyelesaikan pekerjaan rumah misalnya mencuci baju, masak, dsb.

b.      Kebutuhan nutrisi dan cairan
Ibu mengatakan sudah makan dengan porsi sedikit (1/2 piring) dengan nasi satu potong ikan dan minum air putih satu gelas selama 1 hari setelah melahirkan, dan hari berikutnya ibu sudah bisa makan 1 piring dalam sehari 3x makan, dan tidak ada pantangan terhadap makanan.

c.       Kebutuhan Eliminasi
Ibu mengatakan BAK sering kira-kira 5 kali sehari, lancar, tetapi ibu belum BAB sampai saat ini.

d.      Kebutuhan tidur dan istirahat
Ibu mengatakan sulit tidur malam karena harus menyusui bayinya ditambah rasa mules yang berlebihan, hanya tidur ± 5 jam saja dalam sehari.

e.       Aktivitas
Ibu mengatakan sudah melakukan aktivitas jalan-jalan dan mandi, tapi masih belum bisa melakukan pekerjaan rumah karena keluhan mules yang berlebihan, apalagi ketika menyusui.

f.   Personal Hygiene
Ibu mengatakan sudah mandi 2x sehari, sikat gigi 2x sehari, cuci rambut 2 hari 1x, ganti pembalut 3x sehari, dan perawatan vulva hygiene setiap selesai BAK dan mandi.

10.  Data psikososial
1.      Komunikasi non verbal       : Wajah ibu masih terlihat lelah, dan menjawab pertanyaan dari petugas dengan kooperatif.

2.      Komunikasi verbal
Ibu mengatakan      :
-     Ini kelahiran anak ketiga dan direncakan
-     Suami dan keluarga menerima dengan kelahiran anak ketiga ini
-     Dengan suaminya telah mempersiapkan sibling bagi anak pertama dan kedua
-     Tinggal bersama suami dan anak-anak dalam satu rumah dan terpisah dengan orang tua
-     Akan memberikan ASI pada anak ketiga sampai usia 2 tahun seperti anak pertama dan kedua
-     Akan berusaha merawat ketiga anaknya dengan mandiri tanpa merepotkan orang tua dengan berbagi tugas dengan suaminya.

3.      Perubahan psikologis
Ibu dalam fase taking in, dimana ibu masih sibuk memikirkan dirinya sendiri sehingga masih membutuhkan bantuan suami dan ibunya untuk merawat kedua anaknya yang lain, tapi ibu bisa merawat bayinya sendiri menurut pengalaman kedua anak sebelumnya.

11.  Pengetahuan dan kemampuan ibu tentang
a.       Perawatan tali pusat
Ibu mengatakan sudah mengetahui cara merawat tali pusta yang benar yaitu dengan cara menutup tali pusat dengan kasa kering dan menggantinya tiap kali mandi, dan tidak boleh diberi alkhohol.

b.      Memandikan bayi
Ibu mengatakan sudah mengetahui cara memandikan bayinya yaitu setiap pagi dan sore dengan menggunakan air hangat. Mengganti baju bayi setiap kali mandi atau jika basah karena BAK atau BAB.

c.       Perawatan Payudara
Ibu mengatakan membersihkan payudaranya dengan menyabun tiap kali mandi.

d.      Cara meneteki yang bernar
Ibu mengatakan sudah mengetahui cara meneteki yang benar, yaitu biasanya dengan posisi ibu duduk/ setengah duduk, dimana posisi kepala bayi tidak boleh menoleh kearah payudara tapi harus sejajar dengan badannya agar bisa menelan, kemudian payudara bagian areola harus masuk kemulut bayi, serta hidung bayi tidak boleh tertekan oleh payudara.

e.       Vulva hygiene
Ibu mengatakan sudah tahu tentang cebok yang benar yaitu dari depan ke belakang kemudian mengeringkannya dengan handuk bersih. Mengganti pembalut minimal 3 kali sehari atau jika terasa penuh.

f.        Hubungan seksual
Ibu mengatakan sudah mengerti hubungan seksual dilakukan setelah masa nifas dilakukan setelah 40 hari/ setelah darah bersih.



g.       Pemeriksaan ulang
Ibu mengatakan datang ke bidan 5 hari lagi untuk periksa  ulang. Dan kunjungan berikutnya sebanyak 2 kali yaitu setelah 2 minggu dan 6 minggu pasca melahirkan.

h.       Kapan boleh hamil lagi
Ibu mengetahui boleh punya anak setelah anak minimal umur 2 tahun, namun ibu mengatakan cukup dengan 3 anak tidak ingin menambah anak lagi.

i.         Tanda bahaya masa nifas dan bayi baru lahir
Ibu mengatakan sudah mengetahui tanda bahaya masa nifas dan bayi baru lahir yaitu jika terjadi perdarahan yang berlebihan, pusing yang menetap, demam dsb, segera lapor ke bidan, sedangkan jika tanda bahaya pada bayi yaitu jika terjadi diare, bayi menangis terus menerus, suhu badannya meningkat atau menurun, dsb.

j.        Kapan menghubungi bidan bila ada tanda bahaya nifas
Ibu mengatakan harus menghubungi bidan segera jika ada keluhan yang tidak normal, misalnya pusing yang menetap, perdarahan yang banyak, dan demam.

k.      Nutrisi Ibu Nifas
Ibu mengatakan selama nifas harus makan dan minum yang lebih banyak yaitu makan bisa lebih dari 3x dalam sehari supaya ASI lancar.

l.         Senam Nifas
Ibu mengatakan sudah pernah diajarkan senam nifas, namun belum pernah dilakukan. Ibu mengetahui tentang senam nifas dengan melakukan senam kegel, dimana ibu mudah melakukannya kapan saja dan dimana saja dengan cara seperti menahan kencing, dilakukan berkali-kali, memiringkan panggul, berbaring terlentang dengan lutut ditekuk, mengangkat kaki bergantian dan memutar pergelangan kaki.

m.     Sibling
Ibu mengatakan sudah mengenalkan adik barunya pada anak pertama dan kedua, dengan melibatkannya ketika menyusui. Dan membagi waktu untuk berbagi kasih sayang dengan cara tetap menemani kedua anaknya belajar.

n.       Mobilisasi
Ibu mengatakan sudah mengetahui aktivitas yang harus dilakukan setelah melahirkan yaitu ibu sudah miring-miring, duduk untuk menyusui, jalan-jalan namun hanya didalam rumah saja.




o.      Kebutuhan Vitamin dan obat-obatan
Ibu mengatakan sudah mengetahui vitamin dan obat apa saja yang harus diminum, yaitu minum vitamin A dan tablet Fe.

p.      KB
Ibu mengatakan sudah mengetahui kapan harus melakukan KB, yaitu jika menyusui dilakukan setelah 6 minggu/ 40 hari setelah melahirkan, namun jika tidak menyusui segera setelah 3 minggu melahirkan, dengan suntik KB yang tidak mempengaruhi produksi ASI.

B.  Pemeriksaan fisik
1.         Pemeriksaan keadaan umum
Kesadaran = compos mentis
TTV → TD = 110/70               N = 88x/ mnt
                          RR = 16x/                  S = 36,6 oC

2.         Kulit
ROS      : Ibu mengatakan sudah tidak mengalami gatal-gatal didaerah perut, seperti saat kehamilan
Obs       : striae lividae sudah sudah menjadi striae albicans, linea nigra sudah tidak hiperpigmentasi

3.         Muka dan kepala
ROS      : Ibu mengatakan tidak pusing atau nyeri didaerah kepala, dan tidak ada keluhan lain di kepala.
Obs       : Rambut bersih, kulit kepala bersih, tidak ada lesi, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan. Wajah ibu bersih, tidak pucat, tidak ada odem pada wajah.

4.         Mata
ROS      : Ibu mengatakan pandangannya tidak kabur dan berkunang-kunang.
Obs       : Warna konjungtiva merah muda, sclera putih, dan tidak ada odem palpebral.

5.         Hidung
ROS      : Ibu mengatakan tidak ada keluhan mengalami pilek atau hidung tersumbat, atau mimisan
Obs       : tidak dikaji

6.         Mulut dan tenggorokan
ROS      : Ibu mengatakan giginya tidak berlubang, tidak ada sariawan, tidak ada nyeri saat menelan .
Obs       : Warna bibir merah muda dan lembab, tidak ada lesi, tidak ada pembesaran tonsil, dan tidak ada karies gigi.

7.         Leher
ROS      : Ibu mengatakan tidak ada nyeri telan
Obs       : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar.sub mandibularis dan tidak ada bendungan vena jugularis.

8.         Buah dada/payudara
ROS      : Ibu mengatakan tegang, payudara terasa penuh dan lecet diputing susu.
Obs       : Payudara simetris , putting dan areola kotor, putting menonjol, tidak ada benjolan abnoramal, konsistensi kenyal, tidak ada pembesaran pada kel axial, ADI sudah keluar pada payudara kanan dan kiri.

9.         Abdomen GIT
ROS      : ibu mengatakan tidak kembung, dan sudah kentut.
Obs       : tidak ada pembesaran hepar, tidak ada nyeri tekan pada apendiks, tidak kembung, terdapat tahanan keras (penumpukan skibala), terdengar suara bising usus (tympani)

10.     Abdomen obstetri
ROS      : Ibu mengatakan perut sangat mules.
Obs       : Kandung kemih kosong, TFU 3 jari dibawah pusat, teraba keras, linea alba, striae albican.

11.     Genetalia eksterna
ROS      : Ibu mengatakan darah yang keluar masih banyak dan berwarna merah tua,
Obs       : Lochea kruenta, bau anyir, jumlahnya 1 kotex penuh, tidak ada odema pada vulva, perineum intake.

12.     Ekstrimitas atas
ROS      : ibu mengatakan tidak ada gangguan pada pergerakan tangan, dan keluhan lain.
Obs       : Tidak ada odema, kuku bersih, warna dasar kuku merah muda, dan akral hangat.

13.     Ekstrimitas bawah
ROS      : ibu mengatakan tidak ada gangguan pada pergerakan kaki, dan tidak ada keluhan lain.
Obs       : Tidak ada odema, kuku bersih, warna dasar kuku merah muda, dan akral hangat, dan tidakada tanda houman.

C.     Pemeriksaan penunjang
Hb Shl= 11%gr
Protein urine = Negatif
Reduksi urine = Negatif

D.     Pengobatan atau tindakan yang sudah didapat
-


II.  Diagnosa kebidanan
P30003 nifas normal hari ke-2
Keluhan Fisiologis      : After pain ( mulas berlebihan )
Masalah                     : -
Kebutuhan                 :
-     Perawatan payudara
-     Senam nifas
 DS      : Ibu mengatakan
-        Ibu mengatakan ini adalah anak ke-3 dan direncanakan.
-        Ibu mengatakan anak pertama lahir aterm sekarang berumur 6 th, dan yang kedua lahir aterm sekarang berumur 2 th, sehat sampai sekarang.
-        Ibu mengatakan perutnya terasa sangat mules, terutama ketika meneteki.
-        Ibu mengatakan merawat payudara dengan menggunakan sabun saat mandi.
-        Ibu mengatakan sudah pernah diajarkan senam nifas, tapi lupa.
DO      : Dari hasil pemeriksaan didapatkan :
-        K/U ibu baik
-        Kesadaran ibu = Kompos mentis
-        TTV → TD = 110/70 mmHg        N = 88x/ mnt
  RR = 16x/mnt                 S = 36,6 oC
-        Ibu melahirkan tanggal 11 oktober 2011, pukul 10.15 WIB, spontan dgn letak bayi letak belakang kepala, perempuan dengan BB = 3500 gram, PB 50 cm.
-        Leher         : Tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada nyeri telan, dan pembesaran kelenjar tyroid dan sub mandibularis.
-        Mata          : Konjungtiva berwarna merah muda, sclera putih, tidak ada odem palpebral.
-        Payudara : simetris, konsistensi kenyal, putting susu menonjol, tidak ada benjolan abnormal, air susu sudah keluar pada payudara kanan-kiri.
-        Abdomen obstetric : kandung kemih kosong, TFU 3 jari dibawah pusat, teraba keras.
-        Genetalia Eksterna : Lochea Kruenta, jumlahnya 1 softek penuh, basah, tidak ada bekas jahitan.
-        Ekstremitas atas dan bawah : tidak ada gannguan perggerakan tangan dan kaki, akral hangat, tidak ada odema, tidak ada tanda houman atau infeksi dan varises kaki.



                                 
III.    Perencanaan atau intervensi
-        Tujuan jangka pendek
Selama dilakukan asuhan kebidanan selama ±1 jam diharapkan ibu mengerti tentang kondisi saat ini dan informasi kebutuhan masa nifas ibu terpenuhi dengan kriteria hasil :
·        Ibu dapat menjelaskan kembali tentang kondisinya saat ini.
·        Ibu dapat menjelaskan lagi penyebab keluhan after pain, dan cara penannganannya.
·        Ibu dapat menjelaskan cara merawat payudara yang benar.
·        Ibu dapat menjelaskan kembali mengenai manfaat, cara, dan kapan dilakukan  senam nifas.

-        Tujuan jangka panjang
Setelah dilakukan auhan kebidanan selama ± 1minggu diharapkan keluhan ibu teratasi, informasi yang belum didapatkan terpenuhi, kebutuhan perawatan payudara dan senam nifas terpenuhi dan nifas berjalan normal, dengan kriteria hasil :
·        Ibu dapat beradaptasi dan dapat mengatasi keluhan afterpain sehingga tidak mengeluh kembali.
·        Payudara ibu tidak kotor, dan ibu dapat merawat payudara secara mandiri sehingga ASI dapat keluar dengan lancar, dan proses menyusui berjalan lancar.
·        Ibu sudah dapat melakukan senam nifas secara mandiri setiap hari selama ± 15 menit/ 2-3 kali dalam seminggu.

Rencana Tindakan
-        Jelaskan pada ibu mengenai kondisinya saat ini
R/ penjelasan yang lengkap dapat mengurai kecemasan ibu
-        Jelaskan penyebab, dan cara meringankan keluhan after pain, dan hal ini adalah fisiologis seiring ibu masih menyusui bayinya.
R/ adaptasi terhadap keluhan after pain, dapat mengurangi kecemasan, sehingga proses menyusui juga berjalan lancar.
-        Jelaskan dan ajarkan pada ibu mengenai cara merawat payudara dengan benar.
R/ perawatan payudara yang benar dapat mencegah terjadinya putting susu lecet dan sumbatan kotoran pada putting susu sehingga ASI dapat keluar dengan lancar.
-        Jelaskan pada ibu mengenai manfaat, kapan, dan ajarkan cara melakukan senam nifas.
R/ dapat mempercepat involusi, dan mengencangkan otot-otot panggul dan perut.

IV.    Implementasi
-        Menjelaskan pada ibu tentang kondisi ibu saat ini dalam keadaan baik. Dengan TTV :
TD = 110/70; N = 88x/ mnt;  RR = 16x/ ; S = 36,6 oC
-        Menjelaskan tentang keluhan after pain (mules berlebihan) adalah suatu ketidaknyamanan fisiologis yang disebabakan oleh kontraksi uterus yang berlebihan, dan ibu menyusui bayinya  yang mengakibatkan keluar hormone yang mempengaruhi kontraksi rahim. Hal ini dapat hilang setelah hari ke-3 atau 4 setelah persalinan. Jika terjadi nyeri yang bertambah, segera laporkan ke petugas kesehatan.
-        Menjelaskan cara merawat payudara, menggunakan baby oil atau minyak goreng yang masih baru, diletakkan pada kapas, kemudian ditempelkan pada putting susu selama 3-5 menit, lalu bersihkan dengan menggunakan air hangat, selanjutnya dengan air dingin supaya kerak pada putting susu dapat terangkat. Dan jika setelah menyusui sisa ASI dioleskan diputing susu dan sekitarnya untuk mencegah lecet putting
-        Menjelaskan manfaat senam nifas yaitu :
Untuk mengurangi rasa sakit pada otot-otot, memperbaiki peredaran darah, mengencangkan otot, melancarkan pengeluaran lochea, mempercepat involusi, menghindarkan dari kelainan mislanya perdarahan. Senam nifas dilakukan dapat dilakukan pada hari ke-2 setelah melahirkan, juga dapat dilakukan senam kegel dan latihan pernafasan.
Mengajarkan ibu cara melakukan senam nifas yaitu sebagai:
·     Tidur terlentang kaki diangkat pelan setinggi yang dapat dicapai, bergantian antara kanan dan kiri.
·     Kaki diturunkan secara perlahan,
·     Kaki, (tumit dan telapak kaki ) diputar-putar kearah lurus tempat tidur, tumit ditempatkan pada tempat tidur, dengan tangan disamping menarik nafas panjang melalui perut (jangan mengembangkan dada), menghitung sampai 15 kali.
·     Dengan telentang dagu ditundukkan hingga mengenai dada, tanpa menggerakkan bagian lain.
·     Dengan tidur terlentang, lengan dilipatkan pada dada atau menekan tempat tidur perlahan-lahan duduk dengan kaki selonjor rapat dan lurus.


V.   Evaluasi

S       = Ibu mengatakan :
·              Sudah mengetahui tentang kondisinya saat ini
·              Mengetahui tentang penyebab dan cara mengatasi keluhan mulas berlebihan
·              Mengetahui tentang cara merawat payudara yang benar.
·              Mengetahui manfaat senam nifas dan cara melakukan senam nifas.

O      = Ibu dapat menjelaskan kembali tentang :
·              Kondisinya  setelah melahirkan saat ini
·              Penyebab dan cara mengatasi keluhan mulas berlebihan
·              Cara merawat payudara yang benar, dan dapat memperagakan cara perawatannya dengan benar
·              Manfaat senam nifas, kapan dilakukan senam nifas dan cara melakukan senam nifas.

A        = Ibu PP hari ke- 2 telah mendapatkan informasi tentang kondisinya saat ini, penyebab dan cara mengatasi keluhan mulas berlebihan, cara merawat payudara dan memperagakannya dengan benar, mengetahui manfaat serta cara melakukan senam nifas dan mempraktikkan senam nifas.

P       =
·     Motivasi ibu untuk merealisasikan informasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan/ bidan.
·     Motivasi ibu untuk melakukan perawatan payudara secara mandiri dan rutin.
·     Motivasi ibu untuk terus menyusui bayinya hingga 6 bulan dengan ASI eksklusif.
·     Motivasi ibu untuk melakukan senam nifas pada pagi hari selama ± 15menit di rumah.
·     Anjurkan ibu untuk datang kembali setelah 5 hari atau sewaktu-waktu jika ada keluhan.


Sidoarjo, 13 Oktober
Penguji I                                                                       Pemberi Asuhan




­­­­­­­­­­­­Hanik Machfudloh                                                  Siti Khodijah Alif


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar