Jumat, 01 Juni 2012

Landasan Teori sistem Persyarafan (KEHAMILAN)


MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN I ( KEHAMILAN )
Mati rasa/baal&kesemutan/rasa gelipadajaritangan& kaki, syndrome carpal tunnel (system persyarafan)
Logo AKBID Baru 2007 CMYC
DosenPembimbing:
Tetty R
OLEH : KELOMPOK V
1. ETIK YUSILOWATI         ( 2010-1087 )
2. NEFY NOMETA A            ( 2010-1147 )
3. NOVIALITA AYU P          ( 2010-1151 )
4. NUR FAIZAH                    ( 2010-1153 )
5. PERDANA RISTA F          ( 2010-1156 )
6. RISA HELLA DEWANTI  ( 2010-1054 )
7. TIYA ARISMA                  ( 2010-1216 )
8. VONNY ADEK A               ( 2010-1219 )
AKADEMI KEBIDANAN SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAHSEPANJANG-SIDOARJO TAHUN AJARAN 2010 / 2011
Kata Pengantar

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini demi melengkapi tugas Discovery Learning ASKEB I (Kehamilan) dengan judul: Mati rasa/baal&kesemutan/rasa gelipadajaritangan& kaki, syndrome carpal tunnel”
     Ucapan terima kasih di ucapkan kepada :
1.  Bpk Direktur Akbid Siti Khadijah:Dr.Zainul Arifin
2.  Ibu Nunuk Tri Lestari,SST sebagai dosen pembimbing mata kuliah Asuhan Kebidanan
3.  Semua pihak yang membantu dan mendukung selesainya makalah ini
            Tentunya dalam makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan penulis dalam bidang pengetahuan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita serta dapat bermanfaat bagi semua pihak.



Sidoarjo, 19 September 2011

Penyusun


DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………………………………...i
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………………………….ii
Bab I    : Pendahuluan………………………………………………………………………………………………………………..1
1.1  Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………1
1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………………………1
1.3  Tujuan & Manfaat……………………………………………………………………………………………………1
Bab II   : Pembahasan…………………………………………………………………………………………………………3
2.1 varises, spider nervi & postural hypertensi syndrome……………………………………….3
2.1.1    varises vulva dan kaki………………………………………………………………………3
2.1.2    spider nervi………………………………………………………………………………………3
2.1.3    postural hypertensi syndrome …………………………………………………………7
2.2 Hasil Discovery Learning……………………………………………………………………………………9 
2.2.1 Hasil Discovery Learning Pada Wanita Hamil…………………………………….9
2.2.2 Analisa Hasil Discovery Learning………………………………………………………..18
                                                        I.            Diagram Hasil Discovery Learning……………………………………………………19
                                                      II.            Matriks Ketidaknyamanan Umum Pada System kardiovaskuler Masa Kehamilan…………………………………………………………………………………………20
Bab III  : Penutup…………………………………………………………………………………………………………………22
            3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………22
            3.2 Saran……………………………………………………………………………………………………………….22
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………………………………….23

BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Kehamilan adalah suatu proses yang alamiah dan fisiologis, namun sewaktu – waktu bisa menimbulkan bahaya bagi ibu dan janinnya. Saat menghadapi kehamilan, berbagai sistem mengalami perubahan, salah satunya adalahperubahanpada system syarafmisalnya; Mati rasa/baal&kesemutan/rasa gelipadajaritangan& kaki, syndrome carpal tunnel. Dengan adanya perubahan tersebut bisa menimbulkan munculnya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu, meskipun tidak semua ibu hamil mengalami hal itu.Ketidaknyamanan yang ibu rasakan merupakan hal yang fisiologis (normal), namun juga bisa menjadi pathologis apabila berlebihan.

1.2             Rumusan Masalah
1.2.1       Apakah ketidaknyamanan itu dialami oleh semua ibu hamil?
1.2.2       Kapanketidaknyamananitudialamiolehibuhamil?
1.2.3       Bagaimana cara untuk menangani/meringankan ketidaknyamanan tersebut?

1.3             Tujuan dan Manfaat
1.3.1       Memberikan informasi kepada ibu hamil tentang munculnya ketidaknyamanan selama kehamilan.
1.3.2       Mengetahui penyebab ketidaknyamanan itu terjadi.
1.3.3       Mengetahui cara penanganan ketidaknyamanan tersebut.
1.3.4       Membandingkan masalah antara ibu hamil satu dengan yang lain.


BAB II
Pembahasan

2.1       Sistem Persyarafan proses adaptasi fisiologis dalam masa kehamilan dan kebutuhan fisik ibu hamil
A.     Pengertian
System saraf berasal dari ectoderm pada usia 18 hari setelah fertilisasi, tabung neural terbuka terbentuk selama minggu keempat. Pada mulanya tabung ini menutup pada tempat yang akan terjadi pertemuan antara otak dan medulla spinalis, sehingga ujungnya terbuka. Embrio melipat pada sumbu panjangnya sendiri dan membentuk lipatan kepala pada tabung neural, ujung cranial tabung neural menutup, diikuti penutupan ujung kaudalnya. Selama minggu kelima, tingkat pertumbuhan yang berbeda menimbulkan banyak lekukan pada tabung neural, sehingga dihasilkan tiga daerah otak: otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Otak depan berkembang menjadi mata (saraf, cranial II) dan hemisfer otak. Perkembangan semua daerah korteks serebri berlanjut sepanjang kehidupan masa janin dan masa kanak-kanak. System olfaktorius (saraf cranial I) dan thalamus berkembang dari otak depan saraf cranial III dan IV (okulomotorius dan troklearis) terbentuk dari otak tengah. Otak belakang membentuk medulla, pons, serebelum, dan saraf cranial lain. Gelombang otak dapat dicatat melalui Elegtrosefalodiagram (EEG) pada minggu ke 8.
            Medulla spinalis terbentuk dari ujung panjang tabung neural, struktur ektodermal lain, yaitu neural crast, berkembang menjadi system sarat perifer. Pada minggu ke 8, serabut-serbut saraf tersebar diseluruh tubuh. Pada minggu ke 11 atau 12, janin membuat gerakan nafas, mengerakkan semua anggota geraknya, dan mengubah posisisnya didalam rahim. Janin dapat menghisap ibu jarinya dan berenang dalam kolam cairan amnion, bersalto, dan mungkin membuat simpul pada korda umbilikalis. Apabila gerakan kuat dirasakan ibu sebagai “gerakan bayi” terjadilah quickening. Untuk nulipara, perasaan ini dalami setelah minggu ke 16 gestasi. Pada multipara, quickening dirasakan lebih awal. Pada waktu ibu menjadi sadar akan siklus bangun tidur. (Bobak. Lowdermil. Jensen)


Ø     Sistem persarafan
Persarafan terutama berasal dari sistem saraf simpatis, tetapi sebagian berasal dari system serebrospinal dan parasimpatis. Sistem parasimpatis pada kedua sisi diwakili oleh n.peluikus, terdiri dari beberapa serabut berasal dari n.sakralis kedua, ketiga dan keempat, neuras ini kemudian melebur ke dalam ganglion servikalis frankenhauser. Sistem simpatis memasuki panggul melalui pleksus iliaka interna bermula dari pleksus aortikus tepat dibawah promontorium sacrum. Setelah berjalan menurun pada kedua sisi, system simpatis juga memasuki pleksus uterovaginalis frankenhauser terdiri dari ganglia berbagai ukuran, tetapi terutama berupa lempengan ganglion besar terletak pada kedua sisi serviks dan tepat diatas forniks posterior disebelah depan rectum.
            Cabang-cabang dari pleksus mempersarafi uterus, vesika urinaria, dan bagian atas vagina. Sebagian serabut berujung bebas diantara serabut otot. Sedangkan sebagian lainnya berjalan bersama ateri kedalam endometrium.
            Didalam radik n.torasikus XI dan XII terdapat serabut sensorik dari uterus yang meneruskan stimulus rasa sakit dari kontraksi uterus. Ke susunan saraf pusat. Saraf sensorik dari serviks dan bagian atas jalan lahir melintas melalui n.pelvikus menuju n.sakralis II, III dan IV, sedangkan yang berasal dari bagian bawah jalan lahir melintas terutama melalui n.pudensus.
            System saraf pusat. wanita hamil sering melaporkan adanya masah pemusatan perhatian, konsentrasi, memori selama kehamilan dan masa nifas awal. Namun, penelitian yang sistematis tentang memori pada kehamilan masih terbatas dan seringkali bersifat anekdot, keenon dkk. (1998)
Secara longitudinal meneliti tentang memori pada wanita hamil dengan kelompok control yang setara, mereka menemukan adanya penurunan memori terkait kehamilan yang terbatas pada trimester ketiga. Penurunan tidak disebabkan oleh depresi, kecemasan, kurang tidur, atau perubahan fisik lain dikaitkan dengan kehamilan. Penurunan memori diketahui hanyalah sementara dan pulih setelah melahirkan.
Mulai sedini sejak usia gestasi 12 minggu dn terus berlanjut hingga 2 bulan pertama pascapartum, wanita mengalami kesulitan untuk mulai tidur, sering terbangun, jam tidur malam lebih sedikit (swain dkk, 1997 ; Lee dkk, 2000), gangguan tidur terbesar terjadi pasca partum dapat menimbulkan kemurungan pascapartum (postpartum blues) atau depresi (Bab 53, hal 1592)



2.2 Ketidaknyamanan fisiologis pada ibu hamil
A. Timbul Baal, kesemutan di jari secara periodic (Acrodisestesia) terjadi pada 5% wanita hamil
·        Fisiologi
sindrom traksi pleksus brakialis akibat bahu yang terluka selama hamil (terjadi khususnya pada malam hari dan shubuh).
·        Tindakan Penanganan
Pertahankan postur tubuh yang benar, gunakan bra maternitas yang memberi topangan, yakinkan bahwa kondisi akan menghilang jika mengangkat dan membawa bayi tidak memperberat kondisi ibu. (Bobak. Lowdermil. Jensen)
B. Baal dan kesemutan di jari tangan dan kaki
·        Fisiologis
gejala yang normal selama hamil dan dianggap di sebabkan tekanan pada syraf oleh jaringan yang membengkak tetapi nyeri bukanlah gejala yang normal. Jika baal dan nyeri hanya terjadi pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, mungkin ibu mengalami sindroma saluran karpal. Meskipun kondisi ini biasa terjadi pada orang-orang yang terus-menerus melakukan pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada tangan (misalnya: pemain piano, mengetik) tetapi juga sering terjadi pada ibu hamil ini disebabkan karena saluran karpal yang berada di pergelangan tangan dari tempat bejalannya syaraf yang menuju jari-jari, membengkak selama hamil (seperti banyak jaringan tubuh lainnya) sehingga memunculkan baal, kesemutan, rasa panas dan nyeri gejalanya juga bisa mengenai tangan, pergelangan tangan dan bisa menyebar ke lengan. Pengaruh gaya berat membuat cairan berkumpul di tangan sepanjang hari sehingga pembengkakan dan gejala yang menyertainya bisa lebih parah di malam hari. Penggunaan blat pergelangan tangan sering kali juga dapat membantu, hindari tembakau dan kafein. Beberapa orang telah menemukan bahwa tusuk jarum juga bisa meredahkannya.



·        Tindakan Penanganan
1. sering mengambil istirahat ketika melakukan pekerjaan dengan tangan.
2. berhenti ketika mulai merasakan nyeri.
3. mengangkat benda dengan seluruh tangan.
4. mengetik dengan sentuhan yang lembut sambil memastikan bahwa pergelangan tangan ibu lurus dan tangan lebih rendah dari pada sikut. (Cuningham, 2001)
C. Syndrome carpal tunnel
·        Fisiologis
Kompresi saraf median akibat perubahan disekitar jaringan: nyeri, baal, kesemutan, rasa terbakar, tidak mampu melakukakn gerakan-gerakan terlatih (mengetik), menjatuhkan benda-benda yang dipegang.
Carpal tunner membawa saraf median melalui pergelangan tangan, yang pada tempat tersebut kompresi edema, peradangan jaringan, atau distorsianatmis dapat menghasilakan gejala klasik syndrome carpal tunnel (SCT) →kesemutan, mati rasa atau perubahan sensasi yang melintasi permukaan telapak tangan bagian ibu jari, 2 jari pertama, dan bagian jari manis tangan yang terkena. Sejalannya waktu, SCT hamper selalu menjadi bilateral. Nyeri dan mati rasa sering memperburuk pada malam hari.
Selama kehamilan tubuh seorang wanita mengakumulasi banyak cairan ekstra, beberpa cairan ini dapat menekan syaraf yang melewati pergelangan ke tangan dan wanita ini akan merasa jari-jarinya seperti di tusuk-tusuk jarum sewaktu dia bangun di pagi hari. Memegang pena atau telepon meskipun dalam waktu singkat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, sebagaian besar wanita menemukan sindrom ini menghilang beberapa minggu pasca persalinan.
·        Penyebab
1.      Perubahan pada pusat gravitasi akibat uterus yang membesar dan bertambah berat menyebabkan wanita menganmbil postur dengan posisi bahuter lalu jauhkan kebelakang dan kepalanya antefleksi sebagai upaya menyeimbangkan berat bagian depannya dan lengkung punggungnya. Postur ini diduga menyebabkan penekanan pada saraf median dan ulnar lengan, yang akan mengakibatkan kesemutan dan baal pada jari-jari.
2.      Hiperventilasi juga dapat menyebabkan kesemutan dan baal namun sebagian besar wanita tidak melakukan hiperventilasi cukup sebagai akibat kehamilan untuk mengalami pengaruh ini.

·        Cara penanganan
Cara penanganan mencakup penjelasan penyebab yang mungkin dan mendorong agar wanita tersebut mempertahankan postur tubuh yang baik. Beberapa wanita dapat mengurangi ketidaknyamanan ini dengan cara berbaring. Mengayukan tangan dan kaki selama beberapa saat begitu bangun pagi, mengangkat tangan ke atas sebanyak mungkin sepanjang hari, tidak menulis, mengetik, atau menelpon untuk waktu yang lama, tidak menulis, mengetik, atau menelpon untuk waktu yang lama, merendam tangan dalam baskom berisi air hangat atau dingin, dan bila rasa sakit semakin parah konsultasikan kedokter. Dua uji sederhana dapat membantu mengonfirmasi bahwa keluhan wanita sebagai carpal  tunnel.
1.      Menepuk di atas lipatan pergelangan pada garis tengah akan menghasilkan perasaan kesemutan pada area yang terkena; hal ini dikenal sebagai tanda tinel.
2.      Memegang pergelangan tangan fleksi selama 30 sampai 45 detik dan melepaskannya aka nmenghasilkan gejala; hal ini dikenal sebagai ujiphalen

·        Penatalaksanaan
Penatalaksanaan dirancang untuk meringankan gejala dan dilakukan dengan membela pergelangan tangan untuk mempertahankannya pada posisi netral dan tetap digunakan saat tidur.
Dua uji sederhana dapat membantu mengonfirmasi bahwa keluhan wanita sebagai carpal tunnel.
3.      Menepuk di atas lipatan pergelangan pada garis tengah akan menghasilkan perasaan kesemutan pada area yang terkena; hal ini dikenal sebagai tanda tinel.
4.      Memegang pergelangan tangan fleksi selama 30 sampai 45 detik dan melepaskannya akan menghasilkan gejala; hal ini dikenal sebagai uji phalen.
Ketika wanita mengeluh mati rasa atau kehilangan sensasi dalam pola ini ketika menggerakkan pergelangannya secara berulang pada waktu bekerja atau sekolah, risikosecarameningkatdikenali ,sebagian karena peningkatan desakan pada ergonomis untuk mengurangi cedera ditempat kerja.
Namun, kehamilan, hormone kontrasepsi, obesitas, status hipotiroid, dan diabetes ,juga arthritis dan penyakit vascular kolagen juga dapat menghasilkan edema dan konstriksi yang mendasari SCT. Bentuklain kerusakan saraf juga dapat menyerupai masalah-masalah ini. Jika gejala tambahan yang tidak diakibatkan oleh saraf median muncul, diperlukan rujukan segera.


   














BAB III
PENUTUP

1.1         Kesimpulan

·        Perubahan pada pusat gravitasi akibat uterus yang membesar dan bertambah berat dapat menyebabkan wanita mengambil postur dengan posisi bahu terlalu jauh kebelakang dan kepalanya antefleksi sebagai upaya menyeimbangkan berat bagian depannya dan lengkung punggungnya. Postur ini diduga menyebabkan penekanan pada saraf median dan ulnar lengan, yang akan mengakibatkan kesemutan dan baal pada jari-jari.
·        Kemungkinan penjelasan lain untuk kesemutan dan rasa baal pada jari adalah syndrome carpal tunnel. Edema mengurangi ruang yang tersedia pada kanalis karpa yang dilalui saraf median ini. Penekanan pada saraf ini menyebabkan gejala-gejala tersebut, yang biasanya terjadi bilateral, tingkat keparahan beragam, dan pada waktu   tertentu menyebabkan nyeri hebat. Mulai trimester kedua atau ketiga, gejala-gejala ini biasanya terjadi pada malam hari dan akan  berakhir dengan sendirinya 2 minggu pascapartum.
·        Penatalaksanaan dirancang  untuk meringankan gejala dan dilakukan dengan membelat pergelangan tangan untuk mempertahankannya pada posisi netral dan tetap digunakan saat tidur.
·        Pengobatan awal syndrome carpal tunnel adalah konservatif, dan mulai dengan pembebatan pada malam hari untuk menempatkan pergelangan pada posisi netral. Untuk kondisi yang terbatas waktunya seperti kehamilan, hal ini mungkin diperlukan semuanya. Olahraga aerobic telah menunjukkan dapat memperbaiki gejala.


1.2            Saran
·        Ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil merupakan hal yang fisiologis selama tidak mengganggu fisik dan psikologis ibu. Segala sesuatu yang fisiologis ini tidak perlu dianggap cemas dan diatasi secara berlebihan oleh ibu hamil karena seluruh ketidaknyamanan ini akan menghilang setelah persalinan.



DAFTAR PUSTAKA

·                 Varney H, Buku Ajar AsuhanKebidanan Ed4Jakarta: EGC.2007
·                 Pusdiknakes, WHO,JHPEIGO,BukuAsuhan Antenatal, Jakarta: Depkes RI.2001
·                 Bobak, Lowdermik, Jensen, BukuAjarKeperawatanMaternitas.Ed. 4. Jakarta: EGC.2004
·                 Manuaba, IBG. IlmuKebidanan, PenyakitKandungan&KeluargaBerencanaUntukPendidikanBidan. Jakarta : EGC.1998
·                 Hamilton, Persis M, Dasar-dasarKeperawatanMaternitas Ed. 6, Jakarta: EGC, 1995



















Kesemutan
Sepertinya tidak cukup banyak masalah yang harus dihadapi ibu hamil sehingga beberapa ibu kadang-kadang mengalami perasaan kesemutan di dalam anggota tubuh mereka. Perasaaan kesemutan dianggap di sebabkan oleh kumpulan cairan yang menekan ujung syaraf dan tidak perlu di khawatirkan.


Reaksi:

2 komentar: