Jumat, 01 Juni 2012

Tindakan Kenyamanan Pada Ibu Bersalin


MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN 1
Tindakan kenyamanan terhadap Psikoemosional, Fisik, Fisiologis Ibu Bersalin



Description: motion.jpg
 

















AKADEMI KEBIDANAN
SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH
SEPANJANG-SIDOARJO
TAHUN 2011-2012





KATA PENGANTAR

              Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkah,rahmat serta hidayahnya,sehingga diberi kemampuan dan kemudahan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul ”Tindakan Kenyamanan terhadap Psikoemosional, Fisik, Fisiologis Ibu Bersalin”. Yang mana makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan memenuhi tugas mata kuliah Askeb I I(Persalinan).
Dalam pembuatan makalah, banyak mendapat arahan dan bimbingan dari semua pihak,maka diucapkan banyak terima kasih kepada:
1.Cholifah,SST.Selaku dosen Askeb II (Persalinan) Akademi Kebidanan Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang-Sidoarjo.
2.Teman-teman yang selalu memberi bantuan dalam pencarian materi yang dibutuhkan dalam penyelesaian makalah.
Dan pihak lain yang tidak sempat ditulis namanya. Dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki tentunya makalah ini terlalu jauh dari kesempurnaan.Maka kritik dan saran dari para pembaca sangat dibutuhkan.
Akhirnya, kami hanya bisa berharap semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca.Amin




Penulis











DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I  PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
1.2      Rumusan Masalah
1.3     Tujuan
BAB II  PEMBAHASAN
2.1      Perubahan Psikoemosional,fisik,fisiologis Ibu Bersalin
2.2      Tindakan Kenyamanan terhadap Psikoemosional,fisik,fiaoogis Ibu bersalin
BAB III PENUTUP
3.1      Kesimpulan
3.2      Saran
DAFTAR PUSTAKA




















BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

                Perubahan yang signifikan terhadap ibu bersalin membutuhkan tindakan yang serius dan teliti untuk persiapan ibu bersalin.




























1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan































BAB II
PEMBAHASAN

Tindakan Psikoemosional, Fisik, Fisiologis, Ibu Bersalin

PERAWATAN TUBUH DAN PENUNJANG BAGI IBU DAN ORANG TERDEKATNYA / KELUARGA / TEMAN

Tujuan perawatan penunjang satu hal yang sangat penting bagi seorang bidan ialah perawatan konstan yang ia berikan selama persalinan. Hal ini tidak berarti mengontrol dari jauh penatalaksanaan terhadap wanita , melainkan bersikap aktif dan turut berpartisipasi dengan hadir di ruangan , baik untuk mengatur penatalaksanaan perawatan wanita secara obstetric maupun menyediakan atau memfasilitasi penyelenggaraan perawatan penunjang yang diindikasikan. Pengalaman trauma yang dialami oleh wanita pada persalinan dapat memberi pengaruh psikologis yang buruk selama hidupnya dan dalam hubungannya dengan anak tersebut lantaran ia menganggap anak tersebut sebagai penyebab traumanya.

Lesser dan keane ( 41 ) mengidentifikasi lima kebutuhan wanita pada persalinan :
1.      Perawatan tubuh atau fisik
2.      Ada individu yang senantiasa hadir (pendamping persalinan)
3.      Bebas dari nyeri
4.      Menerima sikap dan perilaku
5.      Informasi dan pemastian hasil akhir yang aman bagi dirinya dan bayinya
Diskusi tentang dukungan dan upaya meningkatkan kenyamanan berikut mencakup tindakan khusus untuk memenuhi lima kebutuhan ini. Dasar yang digunakan untuk memutuskan jenis dukungan dan upaya kenyamanan yang akan diterapkan , waktu , dan tempat ialah hasil pengamatan terhadap wanita. Dalam seluruh pengamatan tersebut harus tercermin penerimaan terhadap sikap dan perilaku wanita serta keyakinan bahwa ia melakukan semua dengan kemampuan terbaiknya pada saat tersebut.

Upaya menyokong dan meningkatkan kenyamanan yang menitikberatkan pada penjelasan dan pengajaran memenuhi kebutuhan wanita akan informasi merukapan cara mengatas syndrome nyeri , tegang , takut. “ lingkaran setan “ terjadi ketika rasa takut menimbulkan ketegangan mental dan otot , yang dapat menyebabkan nyeri yang pada gilirannya meningkatkan rasa takut dan seterusnya. Metode psikoprofilaksis alamiah selanjutnya untuk pelahiran beragam dengan latihan penekanan persiapan otot dan latihan pernafasan , tetapi semua ini mendidik wanita tentang proses yang terjadi di dalam tubuhnya dan cara mengatasinya sehingga mengurangi rasa takut.
Dukungan dan upaya kenyamanan yang dijelaskan secara rinci di bagian selanjutnya dalah mengenai hal – hal yang pernah dilakukan , hal yang sama penting ialah menentukan cara melakukan , hal – hal yang perlu dilakukan , yang mencakup tujuan,  pendekatan , implementasi , dan ekspektasi hasil. Lima pertimbangan tentang “ apa yang dilakukan “ dianggap penting , meliputi :
1.      Dukungan dan upaya kenyamanan yang dijelaskan merupakan rangkaian sumber yang dapat di pilih. Tidak semua wanita memerlukan semua tindakan ini. Beberapa wanita tidak menunjukkan respons terhadap salah satu tindakan tersebut. Beberapa wanita lain merasa tindakan tersebut bermanfaat , beberapa wanita lain merasa hal itu mengiritasi.
2.      Tetapkan tujuan , yaitu apa yang hendak dicapai dengan dukungan serta upaya menyamankan serta perawatan yang diberikan bagi wanita. Pernyataan tujuan yang demikian berfungsi sesuai kapasitasnya sebagai respon terhadap , tuntutan yang muncul akibat kondisi dan situasi saat ini.
3.      Cara berbicara dengan wanita pada persalinan dapat menentukan efektifitas kerja. Akan sia – sia jika member wanita instruksi atau mengarahkan bernafas.

TINDAKAN PSIKOEMOSIONAL, FISIK, FISIOLOGIS IBU BERSALIN

TINDAKAN PSIKOEMOSIONAL

Sebelum Persalinan :
v      Anjurkan untuk berfikir mengenai hal-hal yg secara pribadi membuatnya nyaman untuk dapat dikerjakan wanita dan pasangannya saat persalinan
Saat Persalinan :
v     Perkenalkan nama anda dan panggil sesuai dengan namanya
v     Tanyakan mengenai keinginan dan rencananya
v     Ciptakan suasana yang memberikan keleluasaan pribadi
v     Jelaskan setiap prosedur dan uji klinis
v     Beritahukan tentang tanda-tanda kemajuan persalinan sesuai dengan yang teridentifikasi
v     Anjurkan tindakan kenyamanan untuk membantunya menghadapi persalinan
v     Yakinkan dengan budaya, pujian, senyuman, sentuhan, memegang tangan atau sikap yang baik dan hormat.
TINDAKAN FISIK

Ciptakan suasana yg mendorong untuk berperilaku nyaman secara spontan yang dipelajari di kelas prenatal:

v     Teknik relaksasi / gerakan berirama
v     Melembutkan vokalisasi
v     Teknik bernafas
v     Imajinasi terbimbing / visualisasi
Sarankan kepada pasangan untuk melakukan tindakan :

v     Masase
v     Menghitung kontraksi
v     Menyeka wajah dan leher dengan kain dingin
v     Kata-kata pujian dan dorongan
v     Berbicara dengan suara rendah dan berirama
Anjurkan untuk menggunakan fasilitas :

v     Kantong kompres hangat atau dingin
v     Bak mandi / shower
v     Bola persalinan
v     Kulkas, minuman
v     Ruang tunggu
v     Tape atau CD
Teknik Relaksasi dan Teknik Pernapasan

Memfokuskan dan Relaksasi Umpan Balik

                 Beberapa wanita membawa barang-barang yang disukai untuk digunakan sebagai focus perhatiannya. Sebagian wanita memilih obyek yang ada diruang bersalin. Saat kontraksi mulai timbul mareka memusatkan perhatian pada obyek ini untuk merngurangi persepsi mereka terhadap rasa nyeri. Teknik ditambah relaksasi umpan balik membantu wanita bekerja sama kontraksi yang dihadapinya. Penolong persalinan membantu proses ini, memberi tahu calon ibu waktu yang tepat untuk melakukan teknik pernapasan. Mekanisme umpan balik yang umum dilakukan ialah mengucapkan kata “Rileks” sepanjang kontraksi jika diperlukan. Penolong persalinan juga berupaya supaya wanita tidak terganggu oleh pemeriksaan rutin, seperti pemeriksaan denyut jantung janin dan pemeriksaan untuk mengetahui kemajuan persalinan. Prosedur ini ditunda sampai kontraksi selesai.

Teknik pernapasan

               Pada tahap pertama teknik pernapasan dapat memperbaiki relaksasi oto-otot abdomen dan dengan demikian meningkatkan ukuran rongga abdomen keadaan ini mengurangi Friksi (gesekan) dan rasa tidak nyaman antara uterus dan dinding abdomen. Karena otot-otot didaerah genetalia juga menjadi lebih rileks otot-otot tersebut tidak mengganggu penurunan janin pada tahap kedua, pernapasan dipakai untuk meningkatkan tekanan abdomen dan membantu mengeluarkan janin keadaan ini juga dipakai untuk merelaksasi otot-otot pudendal untuk mencegah pengeluaran dini kepala janin. Ada ber4bagai pendekatan teknik pernapasan selama kontraksi berlangsung. Perawat perlu memastikan informasi apa saja yang pernah diterima, sebelum memberi instruksi tambahan. Umumnya, pernapasan perut yang perlahan, kira-kira separuh kecepatan normal pernapasan seorang wanita dimulai ketika ibu tidak dapat berjalan atau berbicara selama kontraksi berlangsung. Karena frekuensi dan intensitas kontraksi meningkat, wanita perlu mengganti teknik pernapasannya dengan pernapasan dada pernapasan yang lebih dangkal dengan kecepatan kira-kira 2 kali kecepatan pernapasan normal.
 Saat yang paling sulit untuk tetap mempertahankan control selama kontraksi ialah saat dilatasi serviks mencapai 8-10 cm. periode ini juga disebut Periode Transisi. Jenis teknik pernapasan yang dapat digunakan ialah dengan pola perbandingan 4:1 yaitu napas, napas, napas, napas, hembus (seperti meniup Lilin). Perbandingan ini dapat meningkat manjadi 6:1 atau 8:1 pola ini dimulai dengan menarik napas rutin dan diakhiri dengan membuang napas dalam untuk “Meniup Kontraksi” efek samping yang tidak diinginkan pada jenispernapasan ini ialah hiperventilasi. Wanita harus diinformasikan tentang gejala-gejala alkanosis respiratorius : melayang (Lightheadedness), pusing, kesemutan pada jari, dan baal didaerah sirkum moral. Elkalosis dapat diatasi dengan meminta wanita menghembuskan napas kedalam kantong plastic yang ditempatkan dimulut dan hidungnya. Cara ini membuat wanita menghirup kembali karbondioksida dan mengganti ion bikarbonat. Dapat juga dengan cara bernapasd didalam kedua tangan yang diletakkan melingkar dimulut dan dihidungnya.
                Saat kepala janin mencapai dasar panggul, wanita akan merasakan keinginan untuk mendorong dan secara otomatis wanita itu akan mulai memberi teksanan kebawah dengan mengontraksi otot-otot abdomennya. Penurunan janin tidak dapat berlangsung sampai serviks terbuka lengkap dan bagian terbawah janin bergerak kebawah jalan lahir. Upaya mendorong sebelum pembukaan lengkap menekan serviks diantara kepala janin dan tulang panggul. Kontraksi ini dapat menyebabkan denyut jantung janin tidak terdengar, edema serviks atau robekkan serviks bahkan juga dapat memperlambat proses dilatasi. Wanita ini dapat ,mengontrol keinginan untuk mendorong dengan menarik napas dalam atau dengan mengeluarkan bunyi seperti ketika mengekspresikan rasa terkejut. Ini merupakan cara bernapas yang baik digunakan saat kepala janin muncul perlahan.  

Dukungan dan Upaya Menyamankan
Pengaturan posisi. Wanita harus mengambil posisi apapun yang membuat mereka nyaman. Posisi ini bisa berubah, kadang – kadang sering berubah, dapat ditempat tidur atau diluar tempat tidur, berdiri, berjalan, duduk, atau diatas birthing ball, mengayun, berjongkok, berlutut, posisi tangan dan lutut, lutut-dada atau pada posisi terlentang atau lateral (kiri atau kanan). Pengaturan posisi ditempat tidurmencakup mengatur letak bantal, gulungan selimut atau handuk, atau mengatur strategi letak benda – benda ini untuk meningkatkan relaksasi, mengurangi ketegangan otot dan mengurangi titik-titik tekan.hal ini dapat dilakukan  pada setiap posisi yang dianggap wanita nyaman.
Seorang wanita bersalin setidaknya memerlukan bantal dibawah kepalanya. Apabila tidak ada bantal, akali dengan memasukkan dua helai kain atau selimut ke dalam sarung bantal. Bantal ini lebih nyaman jikakain atau selimut tadi dilipat membentuk bantal. Jangan asal melipat dan memasukkan kedalam sarung bantal. Tindakan ini hanya memerlukan tambahan beberapa detik dan hasilnya sangat bermanfaat
Untuk meningkatkan relaksasi secara umum, dorong wanita untuk mengambil posisi miring, atau terlentang dengan kepala ditinggikan jika ia berada ditempat tidur.
Latihan relaksasi. Ada 3 jenis latihan relaksasi yang dapat membantu wanita bersalin.
1.      Relaksasi Progesif
Relaksasi jenis ini harus dipraktikkan saan antepartum sehingga seorang wanita dapat dengan mudah memerintah dirinyamerelaksasi otot-ototnya dan, jika diperlukan memperoleh tidur singkat diantara kontraksi. Latihan ini dilakukan secara sengaja mengencangkan  sekelompok otot tunggal (mis., tangan, lengan, tungkai, wajah) sekuat mungkin  dan melepaskanya sekendor mungkin. Otot-otot dikencangkan secara berurutan dan progesif dari satu ujung bagian tubuh kebagian tubuh yang lain. Latihan meningkatkan relaksasi tubuh secara keseluruhan dan istirahat atau tidur.
2.      Relaksasi Terkendali
Relaksasi jenis ini juga harus dipraktikan dalam periode antepartum sehingga wanita dapat menggunakanya dengan efektif  selama persalinan. Latihan dilakukan dengan mengupayakan sekelompok otot berkontraksi sembari mempertahankan kelompok otot yang berelaksasi. Hal ini mirip dengan yang terjadi pada persalinan, yaitu uterus berkontraksi dengan kuat dan diharapkan otot yang lain tidak ikut menjadi tegangsebagai respon terhadap kontraksi. Wanita mempraktikkan latihan dengan mengencangkan sekelompok otot sembari merelaksasi kelompok otot yang lain. Sebagai contoh, menurut urutan tingkat kesulitan :
v     Lengan kanan dikencangkan, lrngan kiri berelaksasi (dan sebaliknya).
v     Tungkai kiri dikencangkan, tungkai kanan berelaksasi (dan   sebaliknya).
v     Lengan kanan dan tungkai kanan dikencangkan, lengan kiri dan tungkai kiri
v     direlaksasi (dan sebaliknya).
v     Lengan kiri dan tungkai kanan dikencangkan, lengan kanan dan tungkai kiri
v     direlaksasi (dan sebaliknya).
3.      Mengambil dan Mengeluarkan Nafas Dalam Setelah Masing-masing Kontraksi
Relaksasi ini dapat diajarkan ketika seorang wanita berada pada persalinan aktif, jika ia belum mengetahuinya. Teknik ini terdiri dari mengambil nafas dalam dan kemudian mengeluarkan semuanya dengan “suatu hembusan nafas kuat” setelah kontraksi selesai. Tekhnik ini berfungsi ganda, tidak hanya meningkatkan relaksasi tetapi juga berfungsi membersihkan nafas dengan menghilangkan kemungkinan hiperventilasiselama kontraksi atau untuk memutus pola napas cepat pada saat yang sama. Relaksasi akan semakin meningkat pada jika anda memberi gambaran pada wanita bagaimana ia seharusnyaterlihat dan merasa setelah menghembuskan nafas. Sebagai contoh:“biarkan diri anda tenggelam pada tempat tidur dan lunglai seperti boneka kain”.
(Varney ,2002.715-716)
TINDAKAN FISIOLOGIS

Anjurkan untuk :

v     Mengosongkan kandung kemih setiap jam
v     Pastikan terhidrasi dengan baik
v     Mencoba berbagai posisi yang nyaman
v     Melemaskan otot volunternya terutama otot di daerah bokong, dasar panggul, pingguil, perut dan punggung bawah.
Usapan pada punggung
Ada dua jenis usapan pada punggung yang  dapat meningkatkan dukungan dan kenyamanan bagi wanita bersalin.
1.      Usapan menyeluruh pada punggung digunakan untuk meningkatkan relaksasi.
2.      Usapan punggung OB
Keduanya menunjukkan perhatian terhadap wanita sekaligus menjamin kehadiran orang lain selama usapan pada punggung diberikan. Losion atau bedak tabor digunakan untuk mengurangi gesekan dan mencegah iritasi.

Usapan pada punggung OB dilakukan dengan memberi tekanan pada suatu titik tertentu pada tulang belakang bagian bawah. Wanita dapat menunjukkan dengan tepat  titik ini karena merupakan lokasi nyeri terlokalisasi, yang  timbul akibat tekanan kepala janin pada tulang belakangnya. Rasa nyeri ini memburuk jika janin bpemberian tekanan berada pada posisi ubun-ubun kecil belakang. Nyeri pada punggung bawah sering kali menjadi keluhan utama wanita. Pemberian tekanan aksternal pada tulang belakang menghilang tekanan internal pada tulang belakang oleh kepala janin sehingga mengurangi nyeri.  Usapan punngung OB umumnya dilakukan hanya selama kontraksi. Pada saat ini umumnya wanita mengalami tingkat ketidaknyamanan atau nyeri terbesar pada punggung bawahnya. Sebelum mulai memberi usapan punggung OB, cek dahulu apakah wanita merasa nyeri. Apabila wanita berada pada posisi telentang, maka usapan punggung OB sulit dilakukan, terutama untuk mencapai daerah sebelah kanan dan anda harus mengarahkan tenaga untuk memberi  tekanan. Apabila wanita dalam posisi telentang, lipatlah sebuah handuk kecil dan tempatka pada suatu titik tertentu sehingga wanita dapat berbaring diatasnya.  Cara ini dapat membantu meredakan nyeri.

Sterile Water Papule (SWP). SWP adalah air steril yang disuntikkan secara intradermal di empat area pada area lumbossakral bawah punggung. Wanita akan mengalami sensi sengatan yang kuat selama kurang lebih 30 sampai 90 detik selama disuntik dan terbukti setelah banyak wanita merasa nyeri punggungnya mereda. Sebagian besar wanita yang pernah menerima SWP akan menggunakannya lagi. Karena nyeri timbul ketika SWP pertama kali disuntikkan.

Kompres panas/dingin pada punggung bawah wanita diarea tempat kepala janin menekan tulang belakang akan mengurangi nyeri. Panas akan meningkatkan sirkulasi kearea tersebut sehingga memperbaiki anoksia jaringan yang disebabkan oleh tekanan. Beberapa bidan menemukan bahwa kompres dingin mengurangi nyeri, sedangkan kompres panas sebaliknya. Diduga nyeri mereda karena dingin menimbulkan baal, kemungkinan akibat Vasokontriksi superficial. Beberapa wanita menemukan penggunaan kompres panas dan dingin secara bergantian memberi rasa nyaman.

Birthing Ball. Sebuah bola fisioterapi merupakan media dengan ukuran dan kekokohan yang tepat untuk digunakan dan menahan berat badan. Umumnya, bola berukuran 65 cm adalah ukuran yang tepat untuk wanita dengan tinggi badan 165 cm, sedangkan bola berukuran 55 cm tepat untuk wanita dengan tinggi badan kurang dari 165 cm. bola tersebut kemudian disesuaikan dengan ukuran masing – masing individu dengan menambah atau mengeluarkan udara sehingga diperoleh bola yang cukup, keras tetapi membal kalau ditekan, mudah menggelinding. Dan tungkai wnita ditekuk membentuk sudut 90 derajat ketika ia duduk diatas bola tersebut. Wanita duduk diatas bola dengan kedua tungkainya terpusah selebar 61 cm dan datar diatas lantai. Postur tubuh harus bagus untuk mempertahankan keseimbangan diatas bola. Ini memungkinkan wanita mengambil posisitegak kemudian ia dapat memutar panggulnya dalm pola lingkaran atau pola angka delapan. Kedua pola ini dapat meredakan nyeri punggung dan mendorong penurunan janin wanita juga dapat duduk diatas bola dan menjulurkan badan kedepan atau menggunakan Birthing Ball sebagai sandaran punggung, baik pada posisi berlutut (bola diatas lantai) atau berdiri (bola diatas tempat tidur atau meja). Alat ini menyokong tubuh wanita dan memungkinkan wanita mengambil posisi beristirahat. Posisi ini juga meluruskan sumbu panjang uterus dan janin dengan panggul ibu memfasilitasi posisi ubun – ubun kecil depan.

Usapan pada Abdomen. Usapan pada abdomen (abdominal rub ) merupakan usapan (pijatan) ringan pada seluruh abdomen, biasanya dilakukan dengan arah melingkar dan sering kali difokuskan pada area abdomen bawah dengan melakukan usapan sebanyak dua kali jika wanita merasa nyeri dibagian tersebut. Teknik yang digunakan pada tindakan ini berbeda dari effleurage, begitu juga rasionalnya dan individu yang melakukannya tindakan ini dilakukan oleh pemimpin persalinan (mis, orang terdekat, perawat atau bidan) dengan menggunakan satu tangan, sementara tangan yang lain melakukan hal yang lain, missal, meraba adanya kontraksi, melakukan usapan punggung OB, atau memegang tangan wanita.

            Usapan pada perut dapat meningkatkan kenyamanan dan biasa dilakukan lingkunagan yang asing, serta melakukan ekspresi kepedulian terhadap wanita. Tindakan ini juga meningkatkan sirkulasi kearea perut sehingga mendilatasi pembuluh darah yang mengalami konstriksi akibat kontraksi, mengakibatkan anoksia jaringan. Peningkatan aliran darah ini memerangi hipoksia jaringan dan menjadi dasar fisiologis untuk meredakan nyeri.

Effleurage. Effleurage adalah teknik yang digunakan pada metode lamazze dan metode psikoprofilaksis lain pada kelahiran. Effleurage “sentuhan bulu”, yang menggambarkan besar tekanan yang diperlukan untuk melakukannnya. Teknik ini biasanya dilakukan oleh wanita bersalin dengan menggunakan kedua tangannya dan mengikuti pola tertentu, terutama pada abdomen bawahnya (simpisis pubis sampai titik diatas umbilikusnya).

Tindakan ini efektif baik secara psikologis dan fisiologis. Secara psikologis, tindakan ini merupakan focus yang membutuhkan kosentrasi sementara ia bernapas,selain rasa tidak nyaman yang dirasanya. Secara fisiologis, tindakan ini juga meningkatkan sirkulasi ke area tersebut, memerangi hipoksia jaringan sehingga meredakan nyeri.

Kompres panas pada abdomen bawah. Kompres panas lembab pada abdomen bagian bawah wanita mengurangi nyeri karena panas meningkatkan sirkulasi darah sehingga menurunkan anoksia jaringan yang disebabkan kontraksi dan ketegangan. Namun, untuk memperoleh cukup panas demi keefektifan, anda perlu menggunakan kompres panas khusus atau handuk mandi. Apabila handuk tersebut basah, bahkan setelah diperas, seringkali handuk ini terlalu berat untuk di toleransi wanita. Namun, kompres panas merupakan tindakan yang tepat untuk meredakan nyeri pada beberapa wanita.
Kandung kemih yang kosong. Selain efek kandung kemih yang penuh pada kemajuan persalinan dan kemungkinan efek lanjut pada  hipotonisitas, statis urine, dan infeksi kandung kemih, ada fakta yang sangat nyata bahwa kandung kemih yang penuh menekan dan sebagian menimbulkan nyeri pada abdomen bawah wanita. Nyeri ini akan jauh mereda jika kandung kemih dikosongkan.
Pengobatan . pengobatan dibahas sebgai salah satu keputusan pada penatalaksanaan kebidanan pada awal bab ini. Penggunaan obat secara bijaksana juga menunjang dari meningkatkan kenyamanan.
Kompres dingin. Beberapa bidan menemukan bahwa jika semua cara tidak memberi hasil yang efektif, maka kompres dingin pada aksila dan lipat paha dapat meredakan dan menenangkan bagi beberapa wanita.
Dukungan selama pemeriksaan dalam. Tema ini dibahas pada Bab 56. Anda mungkin tidak sempat, atau perlu, menelusuri satu per satu komponen dukungan yang didiskusikan pada Bab 56. Namun, paling tidak, hal-hal berikut ini harus diperhatikan:
1.    Mengosongkan kandung kemih­­-perlu dilakukan juga untuk alasan lain yang dibahas pada bab ini
2.    Menjelaskan mengapa anda melakukan pemeriksaan
3.    Mengatur posisi lengan wanita disamping tubuhnya
4.    Membantu wanita melakukan pernapasan relaksasi dan memberinya dukungan selama pemeriksaan
5.    Pendekatan verbal dan fisik yang sangat lembut
6.    Memberi peringatan dan penjelasan jika tindakan yang akan lakukan akan menyakitinya
7.    Menjelaskan hal-hal yang anda temukan

Menghilangkan kram pada tungkai. Kram pada tungkai selama persalinan biasanya begitu akut sehingga merebut seluruh perhatian wanita dan perlu di redakan segera. Kram kemungkinan disebabkan oleh tekanan bagian presentasi pada syaraf yang melintasi foramen siatika mayor di dalam panggul.
Tungkai wanita tidak bole dipijat karena ada risiko trombi tanpa sengaja terlepas . trombi ini terbentuk akibat aliran darah balik vena tidak lancar selama berbulan bulan serta kemungkinan varises. Ada cara untuk meredakan kram tungkai dengancara menimbulkan risiko ini,yakni meluruskan tungkai wanita dan mendorsofleksi kakinya. Relaksasi yang dilakukan secara bergantian dengan dorsofleksi kaki wanita akan mempercepat peredaan nyeri. Dorsofleksi harus dipaksakan untuk memicu efek peredaan.

Penggunaan sentuhan fisik. Sentuhan yang diberikan pada wanita(misalnya, pada tungkai, kepala, lengan) tanpa ada tujuan lain dapat mengekspresikan kepedulian, memberi kenyamanan, dan pengertian dan dapat menentramkan,menenangkan, menghilangkan kesepian, dan sebagainya. Namun sentuhan efektif hanya jika anda sendiri merasa nyaman menyentuh oran lain dan jika wanita yang disentuh merasa nyaman disentuh. Jangan memaksa diri anda menyentuh wanita bersalin jika hal tersebut tidak nyaman bagi anda. Ia akan merasakan ketidaknyamanan anda dan tindakan ini menjadi tidak efektif. Disamping itu jika anda” seorang yang sering menyentuh” maka anda harus peka terhadap respons wanita yang anda sentuh. Apabila wanita menarik diri atau menjauh, konfirmasi keinginan wanita tersebut untuk tidak disentuh dan hargai keinginannya. Jangan memaksakan sentuhan padanya. Namun, wanita yang tidak suka disentuh sesekali mungkin lebih ingin memegang tangan anda daripada pengaman sisi tempat tidur. Oleh karena itu pastikan bertanya apakah ia memang ingin di pegangi. Sentuhan dapat sangat efektif jika orang yang menyentuh dan yang disentuh sama-sama merasa nyaman.

Beberapa wanita bersalin menjadi sangat sering menyentuh. Sentuhan mereka tidak sama dengan sentuhan anda-lebih seperti meminta tolong. Biasanya kelompok ini adalah para gadis muda yang sangat ketakutan. Mereka akan melingkarkan lengannya ke leher anda dan dengan kuat mencengkeram anda selama suatu kontraksi. Pada situasi ini, anda tidak boleh menolak perilaku gadis tersebut, walaupun anda bukan orang yang suka menyentuh. Pegang dia. Kemudian, diantara kontraksi, pastikan ada masalah dan lokasi nyeri serta temukan orang terdekat lain sebagai tempatnya bergantung atau katakan kepadanya bahwa anda perlu bergerak bebas guna melakukan hal lain untuk membantunya, tetapi ia dapat berpegangan pada salah satu tangan anda.

Orang terdekat lain. Kehadiran orang terdekat lain merupakan hal terpenting di antara semua upaya mendukung dan menyamankan. Bahasan tentang orang terdekat lain ini diuraikan terakhir karena anda perlu mengetahui upaya mendukung dan meningkatkan kenyamanan lain untuk mengarahkan kenyamanan lain untuk mengarahkan orang tersebut mempersiapakan diri membantu wanita.
Langkah pertama adalah mengidentfikasi orang terdekat wanita tersebut, ornag yang ia harap hadir selama ia melahirkan-pasangan, ayah bayi, mitra, orang tua, kakek-nenek, saudara kandung, teman, anak-anak,atau kerabat lain. Di banyak lingkungan rumah sakit, wanita harus mengidentifikasi satu orang yang ditunjuk dan diterima sebagai individu yang akan mendampinginya di ruang bersalin karena banyak ruang bersalin di rumah sakit secara fisiologi dan fisik tidak dapat mengakomodasi lebih dari satu orang terdekat pada saat yang sama. Langkah kedua ialah menentukan apakah orang terdekat yang telah dipilih wanita tersebut bersedia mendampinginya selama persalinan.

Di lingkungan rumah sakit, orang terdekat wanita dapat merasa asing, ketakutan, terintimidasi, dan tidak aman. Upayakan supaya mereka diterima dan diinginkan di dalam runag bersalin oleh para staf dan dipandang sebagai partisipan penting pada peristiwa ini. Orang terdekat tersebut tidak boleh diminta mengambil posisi di sudut luar ruangan, melainkan diberi tempat di sisi  wanita. Orang terdekat wanita yang tidak mempunyai persiapan biasanya bersedia melakukan segala sesuatu yang anda anjurkan dan tunjukkan kepada mereka cara melakukannya. Sebaliknya, mereka yang memiliki persiapan kemungkinan sudah merencanakan bersama wanita hal-hal yang akan mereka lakukan. Tanyakan rencana mereka, dengan demikian anda akan memfasilitasi mereka, bukan membuat mereka frustasi.
Dan apa yang dilakukan oleh orang tersebut? Mereka melakukan apa saja sesuai kemampuan mereka, yang tentunya di setujui wanita, mereka sendiri, dan anda. Wanita akan menanggapi orang yang biasa mendampinginya berlatih dan tempatnya bergantung memimpin persalinannya. Pasangan(suami), ibu, dan nenek biasanya belajar dengan cepat dan sangat baik dalam melatih pernapasan. Orang terdekat wanita dapat member bantuan dengan mengelap wajah wanita dengan handuk wajah, memegang tangannya, mengipasinya, dan mengusap perut wanita tersebut. Pria biasanya sangat baik dalam mengusap punggung wanita, terutama mengusap punggung OB. Akan membantu, jika anda mencontohkan tindakan pendukung dan kenyamanan yang dapat anda berikan. Pemberian banyak penguatan positif sangat bermanfaat, terutama jika mereka dalam tahap belajar dan jika persalinan berlangsung lama. Anda juga harus memenuhi kebutuhan orang terdekat tersebut dan mendiskusikan bersama mereka yang akan membantu mereka. Anda mungkin perlu mengajukan mereka untuk beristirahat dari peran mereka sebagai pendukung yang intensif dan melibatkan emosi. Hal ini akan memampukan mereka terus memberi wanita bersalin hal-hal yang diperlukannya.

Fakta bahwa bidan harus melaksanakan prodesur tertentu tidak berarti bahwa orang terdekat wanita tersebut harus meninggalkan ruangan dan member dukungan kepada wanita selama pemeriksaan dalam akan tergantung pada wanita dan orang terdekatnya. Para suami, khususnya, sering kali merasa tersinggung jika diminta keluar dari ruangan pada saat ini. Sebaliknya, beberapa wanita lebih suka tidak di damping suami pada saat ini dan beberapa suami memilih keluar dari ruangan. Tentukan keinginan wanita tersebut dan orang terdekat wanita tersebut.
Hal yang paling penting dalam bekerja bersama wanita dan orang terdekatnya ialah memfasilitasi hubungan mereka. Jangan mencoba menempatkan diri anda sebagai orang paling penting di hadapan wanita, sebaliknya, arahkan pentingnya peran orang terdekat wanita. Peran anda memang penting, tetapi sementara, dalam hidup wanita tersebut. Hubungan antara wanita dan orang terdekatnya merupakan suatu komitmen berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.












Daftar Pustaka
·        Bobak,dkk.2005.Buku keperawatan Maternitas.Jakarta:EGC
·        Varney,Helen.2007.Buku Asuhan Kebidanan Jilid II.Jakarta:EGC


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar